Kamis, 11 Mei 2017

Short Getaway to Lembang Bandung (End of Story)



Hari Kedua di Lembang, kami memutuskan untuk ke Floating Market. Pagi itu cuaca begitu cerah dan saat kami tiba, floating market belum terlalu ramai. Kami naik perahu di floating market dan jalan-jalan sebentar melihat-lihat suasana. Tidak terlalu lama kami disana kami langsung melanjutkan perjalanan menuju farmhouse. Farmhouse ini konsepnya seperti daerah peternakan yang didesain untuk foto-foto cantik. Banyak orang-orang yang menyewa kostum ala noni belanda untuk berfoto-foto disana. Di dekat pintu masuk ada orang-orang yang berkostum nenek sihir. Begitu melihat kenzie begitu ketakutan dan nangis-nangis minta pulang. Jadi aja kami juga tidak lama disana. 


Setelah dari farmhouse kami bertolak ke Bandung untuk sekedar makan siang disana. Karena sudah cukup lama tidak ke Bandung kami agak bingung memutuskan mau makan siang dimana. Untungnya dengan aplikasi waze kami tertolong, kami makan di Dapur Eyang yang konsepnya seperti makan di rumah dengan menu-menu masakan rumahan yang enak. Siang itu kami memilih untuk makan nasi rawon, ayam bakar dan kakap rica-rica. Tidak diduga ternyata restoran yang kami pilih menyajikan makanan yang cukup enak dengan harga yang masih terjangkau. Kami pun pulang dengan perasaan senang walaupun perjalanan selepas long weekend menuju arah Jakarta begitu padat.

Senin, 24 April 2017

Short Getaway to Lembang Bandung (part 1)



Udah lamaaaa banget penasaran sama daerah wisata sekitaran Lembang, akhirnyaaa kemarin Sabtu tanggal 15 April 2017 kesampean juga keinginan saya untuk bisa berkunjung kesana. Destinasi wisata saya adalah Dusun Bambu, Floating Market dan Farmhouse Lembang. Kebetulan saya pergi bersama keluarga besar suami karena bertepatan dengan ulang tahun ibu mertua saya.

Destinasi pertama tujuan kami adalah ke dusun bambu. Kami tiba disana kurang lebih jam 2 siang. Berhubung lagi long weekend, tempat wisata ini ruameee banget. Di pintu masuk saja antrian sudah sangat padat menuju wara-wiri (angkot yang bentuknya didesain cantik untuk menuju ke lokasi wisata). Dusun bambu ini konsepnya wisata alam, disana kita bisa menghabiskan waktu untuk makan-makan cantik, foto-foto dan berkumpul dengan keluarga. Sesampainya disana kami langsung menuju ke food court untuk makan siang. Untuk makan siang disana, kami harus membeli voucher terlebih dahulu di counter untuk ditukarkan dengan menu makanan yang tersedia di booth. Menu makanannya cukup beraneka ragam mulai dari makanan berat sampai camilan tersedia disana. Saya dan suami memesan nasi dan ayam penyet, sementara putra saya, kenzie hanya mau makan dengan zuppa sup. Sebenarnya di dusun bambu terdapat 4 area tempat makan, ada saung purbasari, kafe burangrang, lutung kasarung dan area food court. Kami lebih memilih untuk makan di food court karena harganya paling murah. Hehehe…..

Setelah makan siang, Kenzie asyik bermain air di miniatur air terjun sampai susah beralih ke permainan lain. Setelah itu kami mencoba naik choo choo train. Harga tiket untuk naik choo choo train sekitar Rp.30 rb/orang.



























Sepulang dari dusun bambu, kami langsung menuju ke Grand Hotel Lembang. Kami memilih hotel tersebut karena letaknya dekat dari destinasi wisata tujuan kami selanjutnya Floating Market. Kamar hotel  kami pesan secara online dan setibanya disana kami istirahat sebentar lalu mandi dan pergi lagi untuk mencari makan malam di wilayah Bandung. Karena lelah, ayah dan ibu mertua saya memutuskan untuk beristirahat di hotel sementara saya dan suami serta adik ipar saya pergi ke Bandung untuk makan malam disana. 

Keesokan harinya kami berwisata ke Floating Market dan Farmhouse Lembang. Nantikan kisah saya selanjutnya yaaa…. Have a nice day everyone!

Senin, 23 Januari 2017

2017 : A Year of Giving

Kalau melihat isi blog saya di tahun-tahun sebelumnya sepertinya lebih banyak menceritakan tentang diri saya sendiri dan kegalauan-kegalauan yang saya alami.

Tahun ini saya punya resolusi baru bahwa hidup saya bukan untuk diri saya sendiri. Saya ingin lebih banyak berbagi dengan sesama. Seperti pepatah mengatakan "memberi lebih baik daripada menerima", semangat itu pulalah yang mendasari mengapa saya ingin lebih banyak memberi.



Saya akan mulai dari hal-hal kecil yang ada di sekitar saya. Saya ingin menanamkan pula semangat berbagi kepada putra saya. Berbagi itu tidak harus menunggu jadi orang kaya dulu. Tapi bisa dilakukan dengan apa yang saat ini sudah kita miliki.

Ayo berbagi....coz good things happened to good people!

Rabu, 18 Januari 2017

KARMA


Senin, 09 Januari 2017

Odontektomi




Kali ini saya akan menceritakan pengalaman waktu melakukan operasi gigi geraham bungsu (odontektomi) sekitar dua tahun lalu. Sebelum melakukan odontektomi, saya melakukan survey ke beberapa rumah sakit seperti RS Premiere Jatinegara, RSU Bunda Margonda, RS Mitra Keluarga Depok dan RS Tumbuh Kembang. Saya mendatangi rumah sakit tersebut untuk mencari tahu nama dokter bedah mulut yang praktek, besarnya biaya operasi, serta asuransi yang kerjasama dengan pihak rumah sakit. Namun, entah mengapa saya masih belum mau melakukan odontektomi di RS yang telah saya survey. Sampai akhirnya saya browsing di internet dan menemukan informasi mengenai salah satu dokter bedah mulut yang bagus dan beliau kebetulan praktek di RS Sentra Medika which is dekat dari tempat tinggal saya. Dokter itu adalah drg Ika Ratna, Sp BM.  

Saya pun mulai mencari tau jadwal praktek dokter Ika di RS Sentra Medika, besarnya biaya operasi dan apakah asuransi yang saya pakai bekerjasama dengan pihak rumah sakit. Ternyata biaya operasi cukup terjangkau, untuk satu gigi yang dicabut dan biaya obat-obatan pasca operasi besarnya sekitar Rp.3,5 juta. Kebetulan, asuransi kesehatan yang saya pakai juga mengcover biaya operasi walaupun tidak full.


Sebenarnya saya sangat takut untuk dioperasi, tapi dalam hati saya bertekad untuk hidup lebih sehat karena gigi bungsu yang tumbuh sudah terasa begitu mengganggu. FYI, gigi geraham bungsu yang tidak dicabut dapat menimbulkan sakit kepala hebat dan nyeri otot. Saya sering sekali merasakan pusing-pusing dan backpain sebelum dioperasi.


Akhirnya saya melakukan operasi pada pertengahan tahun 2014 di RS Sentra Medika pukul 18.00 sore. Hari itu, dr Ika sedang melaksanakan ibadah puasa, sehingga beliau meminta ijin untuk berbuka puasa terlebih dahulu sebelum melakukan operasi. Hari itu saya adalah pasien kedua yang dioperasi oleh dokter Ika Ratna.


Saya sangat tegang sekali menunggu giliran untuk dioperasi. Akhirnya, nama saya pun dipanggil. Setelah dokter berganti pakaian dengan baju operasi, dokter meminta saya untuk membuka mulut dan suntikan pertama pun dimulai. Suntikan ini bertujuan sebagai anestesi supaya ketika dicabut gigi saya tidak terasa sakit. Setelah itu, dokter mulai mengambil pisau bedah, darah pun mengalir membasahi mulut saya dan terasa asin. Kemudian, dokter mulai mengebor gigi geraham bungsu yang dioperasi dan memecahnya menjadi bagian-bagian kecil. Hal ini dilakukan untuk memperkecil trauma pasca operasi.

Operasi gigi saya berjalan selama satu setengah jam. Suntikan anestesi diberikan sebanyak tiga kali, seingat saya banyaknya sampai satu ampul karena gusi saya ternyata agak kebal dengan obat bius. Setelah akar terakhir dicabut, dokter menjahit gusi saya. Operasi gigi saya bukannya tanpa kendala karena menurut dokter akarnya sudah bercabang dan hal itu tidak ditemukan pada foto panoramiknya. Sepulang darisana pipi saya bengkak. Namun menurut dokter hal ini dianggap wajar. Bengkak di pipi berangsur hilang setelah satu minggu dioperasi.


Pasca operasi, saya hanya bisa mengkonsumsi jus buah, krim sup, dan bubur. Saya sungguh lega ketika satu minggu kemudian jahitan pasca operasi boleh dilepas. Dokter menyatakan bahwa socket pada gusi bekas luka operasi hasilnya cukup bagus. Waktu pemulihan sampai akhirnya gusi saya kembali normal sekitar satu bulan. Selama itu saya diberi obat oxyfresh dan obat kumur Minosep untuk memulihkan keadaan gusi yang berlubang.


Saat ini saya harus melakukan operasi gigi kedua untuk mencabut gigi geraham bungsu sebelah kiri. Doakan saya ya teman-teman…


gigi impaksi sebelum dioperasi